Perkuat Kapasitas Fasilitator, IBI Maluku Gelar Orientasi Pedoman AMPSR


Ambon, Dharapos.com
- Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Maluku menggelar Orientasi Pedoman AMPSR (Audit Maternal Perinatal Surveilans Respon) bagi Fasilitator AMPSR di wilayah itu.

Berlangsung di Hotel Kamari Ambon, orientasi dalam rangka penguatan kapasitas fasilitator AMP-SR tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota terpilih di Provinsi Maluku ini akan dilakukan selama 4 hari, terhitung 1 - 4 November 2022.

Adapun peserta yang hadir dalam orientasi ini yakni dari perwakilan Sekretariat AMPSR Kab/Kota (Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tenggara), perwakilan Sekretariat AMPSR Provinsi Maluku, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Maluku, perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) cabang Maluku.

Kegiatan ini juga turut dihadiri secara langsung oleh perwakilan Unicef di Maluku, dr. Aulia Rahman, perwakilan Uniceff Sulawesi, Badwi M. Amin, Kepala Seksi Kesga Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Olla Wattimena, serta narasumber dari perwakilan Kemenkes Indonesia dr. Ningrum (virtual).

Perwakilan Unicef di Maluku sekaligus mitra kerja IBI Provinsi Maluku, dr. Aulia Rahman mengatakan, salah satu tujuan rencana pembangunan nasional adalah meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

"Upaya sektor kesehatan masyarakat berfokus meningkatkan pelayanan kesehatan dasar, menekankan pada peningkatan upaya promotive dan preventif didukung oleh teknologi dan inovasi. Strategi tersebut sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak, pencegahan dan pengendalian penyakit, serta memperkuat sistem kesehatan," ungkap dr. Aulia.

Menurutnya, berdasarkan SUPAS 2015 Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi dari negara-negara ASEAN yakni 305 per 100.000 kelahiran hidup.

"Target yang ditetapkan RPJMN pada 2024 adalah 183 per 100.000 kelahiran hidup," sebutnya.

Dipaparkan, angka Kematian Bayi (AKB) yakni 24 kematian per 1.000 kelahiran hidup (SDKI 2017), target tahun 2024 adalah 16 kematian per 1.000 kelahiran hidup.

Sesuai insert data konteks Maluku, target tersebut akan sulit dicapai tanpa ada inovasi atau strategi percepatan.

Aulia menjelaskan, salah satu dari upaya penguatan tata kelola kesehatan yang dilakukan adalah dengan meningkatkan pelaporan serta pengkajian kematian maternal dan neonatal, melalui kegiatan pengumpulan, analisis, dan interpretasi data kematian secara terus menerus melalui system surveilans kematian maternal dan perinatal menggunakan AMPSR.

"AMPSR merupakan kegiatan menganalisis secara mendalam untuk mencari akar permasalahan dan rekomendasi atau solusi baik jangka pendek, menengah, maupun jangka Panjang yang dapat dilakukan untuk mengurangi AKI dan AKB," tuturnya.

Provinsi Maluku, kata dia, berkomitmen untuk melatih seluruh kabupaten kota agar mampu melaksanakan kegiatan AMPSR secara mandiri, dan menyusun rekomendasi sesuai konteks wilayah masing-masing.

"Dengan demikian, kegiatan Orientasi Fasilitator AMPSR Provinsi Maluku ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas fasilitator/pelatih yang nantinya dapat mengimplementasikan kegiatan AMPSR yang dimaksud," tutup dr. Aulia.

Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan dengan dukungan UNICEF Indonesia selaku mitra pemerintah, serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Maluku selaku mitra pelaksana UNICEF Indonesia.

(dp-53)

Label: