Satu Dusun di Kota Ambon Raih Tropy Proklim Utama


Ambon, Dharapos.com
- Dusun Karanjang, Desa Wayame, Kota Ambon dianugerahi Tropy Proklim Utama Tahun 2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Selain penyerahan Tropy Proklim, acara yang berlangsung di Dusun Karanjang, Desa Wayame, Jumat (04/11/2022) ini disertai dengan penyerahan sertifikat Utama dan sertifikat Madya, bagi kelompok Proklim di Kota Ambon.

Penyerahan penghargaan diberikan oleh Kepala DLHP Provinsi Maluku Roy Corneles Siauta,  Pj Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Kadis DLHP Kota Ambon, dan Ketua TP-PKK Kota Ambon.

Dalam sambutannya, Siauta mengaku Kota Ambon sejak 2021 hingga 2022 menerima penghargaan Proklim yang sangat banyak.

"Untuk itu, kami berharap Kota Ambon menjadi yang terbaik sehingga mendorong kampung lainnya untuk mendapat penghargaan," ungkapnya.

Siauta juga mengucapkan selamat kepada dusun keranjang karena telah mendapatkan penghargaan Proklim Utama.

"Saya berikan apresiasi kepada dusun Karanjang atas kerja keras selama ini," pungkasnya.

Sementara itu, Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena yang ditemui usai memberi penghargaan mengatakan, adanya Proklim di Kota Ambon ini sangat bermanfaat bagi semua Desa, Negeri dan Kelurahan.

"Proklim bagi kami, bermanfaat untuk kita bisa adaptif dan mitigasi terhadap perubahan iklim dimaksud karena efek rumah kaca, dan lainnya yang sangat berdampak buruk," ungkap Wattimena.

Dijelaskan, Kota Ambon telah meraih penghargaan Tropy Proklim Utama dan Madya.

Maka dari itu, sudah sepatutnya perolehan penghargaan ini disyukuri dan menjadi motivasi untuk terus menaikan prestasi yang sudah didapat, serta mempertahankan apa yang sudah ada.

"Karena itu kami bersyukur pemerintah kota ambon diberikan trophy yang luar biasa kita dapat sertifikat utama dan sertifikat madya. Penghargaan ini tidak lantas membuat kita menjadi berbangga yang berlebihan tetapi mesti menjadi bentuk pemicu bagi kita agar banyak kampung-kampung lain yang bisa masuk kategori proklim, dan yang sudah baik dapat meningkat dari thropy ke lestari," paparnya.

Apa yang diterima saat ini, lanjut Wattimena, menjadi bentuk implementasi dari "Kase Voor Ambon"  sebab penghargaan hanya sebuah bonus, namun upaya pencapaian merupakan bentuk ketulusan warga kota kepada Pemkot.

"Tujuan kita adalah kasi par ambon, berikan untuk ambon bonusnya adalah penghargaan dan lain-lain. Kalau kita bekerja dengan baik, tulus, keras lalu kita dapat thropy yaitu bonus dari kerja keras kita tapi thropy bukan jadi tujuan," tutupnya.

(dp-53)

Label: