Tim Pushidrosal Lakukan Kajian Munculnya Pulau Baru di Tanimbar

Tim USTS tiba di bandara Mathilda Batlayeri, Kamis (12/1/2023)

Saumlaki, Dharapos.com
- Tim dari Pusat Hidro - Oseanografi TNI Angkatan Laut atau Pushidrosal akhirnya datang ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk melakukan survei terhadap munculnya pulau baru di wilayah perairan kecamatan Wuarlabobar akibat gempa magnitudo (M) 7,5 pada Selasa (10/1/2023) pukul 02.47 WIT.

Sesuai tugasnya, Pushidrosal menyelenggarakan operasi survei pemetaan Hidro-Oseanografi militer maupun nasional yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut, dan keselamatan navigasi pelayaran serta menyiapkan data dan informasi.

Tim Unit Survei Tanggap Segera (USTS) dari Pushidrosal itu berkekuatan 10 personil dibawah komando Komandan Unit Survei Pushidrosal, Mayor Laut (P) Taryono.

Tim USTS itu tiba di bandar udara Mathilda Batlayeri, Kamis (12/1/2023) dengan menggunakan pesawat komersial Wings Air nomor penerbangan IW 1514, pada pukul 09:11 WIT dan dijemput Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Saumlaki Letkol Laut (P) Andi Kristianto.

Berselang beberapa jam kemudian, Danlantamal IX Ambon Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina pun tiba dan didampingi oleh Asintel Danlantamal IX Ambon, Kolonel Marinir Indarto, Dansatrol Lantamal IX Ambon, Letkol Laut (P) Eko Setiyono beserta Danlanal Saumlaki Letkol Laut (P) Andi Kristianto.

"Hari ini tim dari Pushidrosal sudah tiba di Saumlaki dan kemudian akan langsung menuju ke lokasi. Di sana, mereka akan membangun posko dan akan mendatangkan alat-alatnya untuk segera melaksanakan survei sehingga bisa mengetahui material daripada pulau yang muncul itu," kata Danlantamal IX Ambon Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina di Saumlaki, Kamis (12/1/2023).

Dia katakan, sesuai tahapannya, tim USTS ini akan melakukan survey awal dan dilanjutkan dengan penelitian, pemetaan laut, publikasi.

"Kemudian mereka akan menyimpulkan bahwa penyebabnya apa" katanya.

Ditanya soal waktu kerja tim,  Danlantamal menyebutkan bahwa tim tersebut akan bekerja secepat mungkin untuk kemudian  dilaporkan ke pimpinan atas. Jika membutuhkan tambahan waktu maka itu tentu akan dilanjutkan beberapa hari sesuai dengan petunjuk pimpinan TNI AL.

Danlantamal IX Ambon Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina (kiri) didampingi Danlanal Saumlaki Letkol Laut (P) Andi Kristianto

Brigjen Said menyatakan, penyebab sementara munculnya pulau tersebut akibat goncangan dan patahan serta muncul cairan-cairan yang membeku.

Dia pun berharap agar masyarakat tetap tenang dan waspada .

Untuk diketahui, sebuah pulau muncul di permukaan air di wilayah perairan Desa Teinaman, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku,  setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,5  mengguncang daerah itu pada Selasa (10/1/2023) dini hari.

Kepala Desa Teinaman, Bony Kelmaskossu menyatakan gempa tersebut mengakibatkan munculnya tumpukan material sehingga membentuk pulau.

Fenomena tersebut mengakibatkan seluruh masyarakat desa Teinaman panik dan takut sehingga untuk sementara waktu mengungsi.

Gempa bumi tektonik bermagnitudo lebih dari 7 terjadi  pada Selasa dini hari.  Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,37° LS ; 130,23° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 136 Km arah Barat Laut Maluku Tenggara Barat, Maluku pada kedalaman 130 km.

Peneliti dari Pusat Riset Geoteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eko Yulianto menyatakan, fenomena pulau baru di Desa Teinaman diakibatkan patahan gempa bumi, dimana proses pengangkatan penurunan daratan terjadi akibat mekanisme siklus gempa.

Ia mengatakan pengangkatan dan penurunan daratan oleh mekanisme siklus gempa, disebabkan dua fase utama yakni inter seismic merupakan fase awal gempa bumi dan fase coseismic adalah fase ketika gempa tektonik terjadi.

 

Pewarta : Novie Kotngoran

Label: