Fokus Stunting - Kemiskinan Ekstrim : Bupati Hanubun Minta Jajarannya Kejar Target Nasional

Bupati Malra M. Thaher Hanubun

Langgur, Dharapos.com
- Tahun 2024 secara nasional pembangunan diarahkan untuk menjawab beberapa isu strategis dan prioritas. Mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah, termasuk kecamatan dan ohoi, harus selaras dan sinergi.

Kaitannya dengan itu, Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun mengungkapkan, beberapa poin penting yang menjadi perhatiannya dalam perencanaan tahun 2024.

“Pertama, berkaitan dengan upaya pencapaian target RPJMN 2020-2024. Target-target penting yang sangat berkaitan dengan kinerja penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan dan ohoi adalah penanggulangan stunting dan kemiskinan ekstrim,” bebernya saat Musrenbang RKPD Tahun 2024 tingkat Kecamatan Manyeuw, Jumat (24/2/2023).

Diketahui, stunting Malra per 31 Desember 2022, tercatat sebesar 16,98 persen. Target Nasional pada akhir tahun 2024 harus mencapai 14 persen.

Menurut Bupati, syarat pentingnya adalah data base harus akurat, kepala ohoi  selaku ketua TPPD di Ohoi, bersama para kader dan puskesmas harus memastikan data yang disajikan benar-benar valid.

Dengan demikian, intervensi tepat sasaran dan berdampak langsung pada upaya penanggulangan stunting.

“Termasuk dalam hal kolaborasi intervensi anggaran dan kegiatan,” imbuh Bupati.

Kedua, adalah penanggulangan kemiskinan ekstrim, dimana jumlah masyarakat yang tergolong sebagai masyarakat miskin ekstrim di Kabupaten Malra sebanyak 18.815 jiwa, berasal dari 11.815 kepala keluarga.

Angka ini, lanjut Bupati, adalah gabungan dari 3 (tiga) desil kemiskinan, yaitu penduduk yang termasuk dalam 30 persen KK dengan pendapatan paling rendah secara nasional.

“Karena datanya 30 persen, jadi kelihatan agak besar. Jika hitungannya desil 1 (satu) maka jumlah KK sebanyak 4.379 KK. Di Kecamatan Manyeuw, ada 725 KK yang tergolong Miskin Ektrim. Data sebaran per-ohoinya jelas, by name by address. Mereka inilah yang wajib mendapatkan intervensi di tahun 2023. Kepala Ohoi untuk memperhatikan hal ini,” tandas Bupati.

Seuai target RPJMN, 2024 Kemiskinan Ekstrim harus mencapai 0 persen. Artinya, dalam tahun 2023 ini semua penduduk yang tergolong miskin ekstrim, harus mendapatkan intervensi.

“Tim di tingkat Kabupaten menyusun skenario penanganan, yang nantinya  dipedomani sampai ke ohoi,” pungkasnya.

(dp-red)

Label: