Tim Pemekaran Provinsi MTR Gelar Sosialisasi di Aru, Begini Pernyataan Bupati Johan


Dobo, Dharapos.com
- Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi (BP3) Kepulauan Maluku Tengara Raya (MTR) menggelar sosialisasi di Kabupaten Kepulauan Aru.

Sosialisasi oleh tim pemekaran provinsi baru ini dilaksanakan bersama Pemerintah Daerah setempat, berlangsung di gedung Kesenian Sitakena Dobo, Kamis (2/2/2023).

Sejumlah pejabat daerah hadir pada kesempatan itu diantaranya Bupati  dr.Johan Gonga, Staf Ahli Bupati Bidang Adminitrasi Keuangan Jefry Tabela, S.Sos, Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan Yeheskel Dumgair, S.Sos, Asisten III Bidang Administrasi Umum Gabriel L. Mohwarin, S.Pi, dan Kepala Badan Kesbangpol Kepulauan Aru Joel Gaite, S.Sos.

Kemudian, Kabag Hukum dan Ham Kepulauan Aru Goerge Habel Karuny, SH, Kabag Pemerintahan Umum Mohaning Goulap, SP. M.Si, serta Staf Pemerintahan Umum Setda David Retob, S.Sos.

Dari pihak BP3 sendiri hadir diantaranya Ketua Tim Delegasi Pemekaran MTR Joseph Sikteubun, S.Sos, Sekretaris Umum Badan Perjuangan Provinsi MTR H. Moh Rahatan, SE dan Ketua Divisi Pengkajian dan Penyiapan Persyaratan Richard Ufie.

Bupati dr. Johan Gonga dalam sambutannya mengatakan dampak pemekaran Provinsi Kepulauan MTR secara strategis sangat menguntungkan Kabupaten Kepulauan Aru yang merupakan wilayah perbatasan dan kepulauan.

“Karena tentunya ke depan, perkembangan daerah ini akan sangat pesat dan luar biasa,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Bupati Johan, guna mempercepat perkembangan ekonomi dan Infrastruktur di Kepulauan Aru tentunya pemekaran Provinsi Kepulauan MTR ini merupakan salah satu solusi untuk meraih kesejahteraan dan menghapus kemiskinan serta keterbelakangan di kawasan selatan Maluku.

“Pemekaran Provinsi Kepulauan Maluku Tenggara Raya merupakan solusi tepat untuk mengejar ketertinggalan, mengentaskan kemiskinan dan memperkuat ketahanan di wilayah Aru sebagai kawasan perbatasan dan garda terdepan NKRI” tegasnya.

Sementara Joseph Sikteubun selaku Ketua Tim Pemekaran mengatakan bahwa perjuangan untuk membentuk sebuah provinsi baru di gugusan kepulauan Aru, Kei, Tanimbar, Babar, Leti, Moa, Lakor, Kisar dan Wetar merupakan sebuah perjuangan panjang kurang lebih sejak 22 tahun silam.

"Niat mulia ini sesungguhnya terkandung dalam hati semua orang Orang Tenggara. Kehidupan masyarakat di wilayah ini sangat memprihatinkan. Bahkan sering di plesetkan sebagai kawasan  Maluku Sengsara,” bebernya.

Olehnya itu, lanjut Sikteubun, perjuangan ini merupakan kesungguhan dari tim pembentukan Provinsi Kepulauan MTR dalam rangka mengatasi kemiskinan dan keterbelakangan di wilayah Maluku Selatan.

Dijelaskan pula bahwa Maluku dalam realitas wilayah kepulauan, memiliki karakteristik yang unik, tentang kendali antara pulau yang jauh serta berbagai hal yang berkontribusi bagi pembangunan wilayah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

"Pemekaran Provinsi Kepulauan Maluku Tenggara Raya menjadi keharusan yang tidak boleh diabaikan. Tanpa pembentukan DOB, kemajuan dan kesejahteraan mustahil diwujudkan di Maluku,” jelasnya.

Olehnya itu, Sikteubun berharap dengan dilaksanakan sosialisasi ini dapat melahirkan kesepakatan untuk direkomendasikan kepada DPRD dan Pemda Kepulauan aru.

Sementara itu, tokoh adat dan pemuda serta masyarakat Aru menyesalkan tidak dilibatkannya dalam sosialisasi tersebut. Mereka memprotes pembentukan Tim Pemekaran Provinsi MTR.

(dp-31/Ril)

Label: