![]() |
| Suprihati, Mualim Satu KM. Sirimau |
"Peristiwa penemuan satwa dilindungi di atas kapal ini mendorong kami untuk memperketat pengawasan," kata Suprihati, Mualim Satu KM. Sirimau di Saumlaki, Rabu (10/5/2023).
Suprihati menegaskan bahwa pihaknya akan memeriksa barang bawaan para penumpang secara teliti saat diatas kapal sehingga meminimalisir praktek penjualan satwa dilindungi oleh oknum-oknum yang tertentu.
Selain itu, tindakan tegas juga akan diberlakukan bagi para anak buah kapal (ABK) yang kedapatan menerima titipan Satli dari masyarakat untuk diberangkatkan ke pelabuhan tujuan.
"Belum pernah terjadi seperti ini dan baru pernah terjadi. Makanya saya kecewa sekali dan akan menindaklanjuti laporan ini ke pihak SDM," tegasnya.
Dia katakan, langkah ini merupakan upaya mendukung pemerintah dalam meningkatkan pengawasan terhadap Satli agar masyarakat tidak dengan mudah melakukan praktek jual beli Satli.
Selain mempertegas pengawasan di atas kapal, Suprihati meminta bantuan kerjasama dari pihak otoritas pelabuhan laut untuk meningkatkan pengawasan bagi para calon penumpang di pintu masuk pelabuhan.
"Kami menjalin kerjasama dengan petugas, tetapi soal hal yang tidak wajar seperti ini kan kami tidak mau," katanya.
![]() |
| Idrus - Kepala Terminal Point PT. Pelni Saumlaki. |
Idrus mengimbau kepada semua masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah untuk bekerja sama menginformasikan hal ini kepada masyarakat luas agar perlindungan satwa endemik tetap terjaga.
(DP-18)
Baca Juga : BKSDA Amankan Puluhan Satwa Dilindungi Dari Atas Kapal Sirimau Di Saumlaki. | Dhara Pos
Label: Lingkungan Hidup