Warga Aru Keluhkan Program Tol Laut, Minta Pemerintah Pusat Evaluasi


Dobo, Dharapos.com
– Kehadiran program Tol Laut di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku belakangan ini dikeluhkan warga masyarakat setempat.

Pasalnya, meskipun disubsidi namun harga barang yang dijual oleh pengusaha yang menggunakan jasa Tol Laut tersebut masih sangat tinggi.

Mereka pun mempertanyakan efektivitas subsidi Pemerintah terhadap program tersebut.

Semy, seorang warga kota Dobo, Kecamatan Pulau-pulau Aru mengatakan, Pemerintah menghadirkan tol laut dengan tujuan untuk mewujudkan konektivitas serta kesenjangan harga antara wilayah Barat dan Timur Indonesia yang disebabkan tidak adanya kepastian ketersediaan barang.

Dan manfaat utama tol laut adalah penurunan harga di wilayah 3T (tertinggal, terpencil, dan terluar) termasuk wilayah perbatasan yang selama ini terjadi disparitas (kesenjangan) harga pada beberapa barang kebutuhan pokok.

Namun, sebut Semy, harapan itu masih jauh api dari panggang.

“Karena kenyataan di lapangan harga barang yang dikirim ke Kepulauan Aru relatif tidak mengalami perubahan yang berarti meskipun pengirimannya menggunakan kapal-kapal Tol Laut yang disubsidi,” bebernya, Sabtu (8/7/2023).

Semy mengklaim bahwa harga barang khususnya di Kepulauan Aru masih tetap saja tinggi.

Senada disampaikan Yusuf, yang kesehariannya berprofesi sebagai pekerja swasta.

“Intinya meski ada tol laut, harga tetap tinggi saja artinya tidak ada dampak apa-apa,” bebernya, Selasa (11/7/2023).

Yusuf pun mempertanyakan manfaat program Tol Laut yang masuk ke Kepulauan Aru.

“Beta malah mempertanyakan program tol laut ini untuk membantu meringankan beban kebutuhan masyarakat Aru atau jadi pola baru para pengusaha di daerah ini untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya,” bebernya.   

Yusuf pun pada kesempatan itu memimta Pemerintah pusat dan provinsi untuk segera mengevaluasi keberlangsungan program Tol Laut ini khususnya yang masuk ke Kabupaten Kepulauan Aru.

“Intinya kami minta Pemerintah pusat melalui instansi terkait untuk mengevaluasi program ini secara keseluruhan agar subsidi negara yang sebenarnya ditujukan untuk membantu masyarakat kecil seperti kami dapat tepat sasaran. Bukan malah menguntungkan para pengusaha yang selama terlibat dalam program tol laut,” desaknya.

(Nus/dp-31)

Label: