Jasmono Sebut Pemkab Malra Terus Berupaya Tingkatkan Keaktifan Koperasi


Ambon, Dharapos.com
- Keaktifan koperasi di bumi bertajuk Larvul Ngabal belum mencapai 100 persen.

Beberapa hal yang terkait dengan masalah tersebut yakni tingkat partisipasi anggota terhadap simpanan dan tabungan rendah, ketergantungan terhadap modal luar masih tinggi, sumber daya pengurus/pengelola koperasi yang masih rendah dan aparatur yang masih terbatas.

Demikian disampaikan Penjabat Bupati Jasmono pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku 2024 di kantornya, Senin (26/2/2024).

“Tentunya persoalan ini terus diupayakan ditangani melalui penyusunan program dan kegiatan yang sesuai dengan target meningkatnya jumlah koperasi aktif koperasi sehat, berkualitas dan mandiri yang dapat dicapai di waktu mendatang,” urainya.

Jasmono menjelaskan sejak 2020-2023, sebanyak 3.693 usaha mikro di Malra yang telah difasilitasi pemodalan dengan sumber dana APBN maupun APBD provinsi.

Di tahun ini, 23 usaha mikro akan difasilitasi dalam pengembangan koperasi dari jumlah koperasi di kabupaten ini berjumlah 347 unit.

"Dari jumlah yang dikategorikan koperasi aktif sebanyak 296 unit atau 85,30 persen," sambungnya.

Menurut Jasmono, beberapa kebijakan penting dilakukan dinas ini seperti pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan koperasi, penilaian kesehatan koperasi, pendidikan dan pelatihan perkoperasian pemberdayaan UMKM, meliputi penguatan dan perluasan Kemitraan, kemudahan perizinan serta pengembangan usaha mikro.

Adapun kebijakan strategis yang didorong sejak masa pandemi Covid 19 adalah perluasan akses dan penguatan permodalan serta fasilitasi pengembangan usaha mikro .

"Upaya ini terus kami dorong karena persoalan pemodalan menjadi salah satu penentu usaha mikro bisa bertahan maupun dalam rangka untuk pengembangan," ucapnya.

Pj Bupati menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah pusat dan provinsi lantaran dalam beberapa tahun terakhir, daerah ini mendapatkan alokasi DAK non fisik untuk peningkatan kapasitas koperasi usaha mikro dan kecil .

Dengan Anggaran sebesar Rp451.803.000,00 digunakan untuk pelatihan dan pendampingan usaha koperasi maupun usaha mikro.

Dalam usaha menekan angka kemiskinan ekstrim di daerah itu, lanjut Penjabat, data penduduk miskin ekstrim dijadikan salah satu referensi untuk pembentukan kelompok pemberdayaan ekonomi.

Jasmono berharap melalui forum ini akan melahirkan startegi dan rekomendasi, yang dapat menjadi referensi bagi Pemkab/kota dalam upaya mendorong meningkatnya pemberdayaan koperasi dan UMKM di Maluku.

(dp-red)

Label: