Begini Pesan Jasmono di Persidangan ke 71 Klasis GPM Pp Kei Kecil-Kota Tual 2024


Langgur, Dharapos.com
–  Penjabat Sekda Maluku Tenggara resmi menghadiri pembukaan Persidangan ke-71 Klasis GPM Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual Tahun 2024 di Ohoi (desa) Warbal, Minggu (3/3/2024).

Pj Sekda hadir mewakili Penjabat (Pj) Bupati Jasmono sekaligus membacakan dalam sambutannya.

Dalam sambutannya, Jasmono menyebutkan pelayanan umat dalam lingkup keagamaan adalah salah satu faktor penting menumbuhkan modal sosial di masyarakat.

Pelayanan keagamaan juga menjadi sarana meningkatkan kualitas hidup, yang tercermin dari kualitas karakter dan mental spiritual.

“Maka sidang klasis menjadi ruang konsolidasi, partisipasi dan diskusi yang sangat efektif, dimana akan terbangun soliditas dan sinergi yaitu mengarahkan pelayanan klasis yang sejalan dengan kondisi, karakteristik serta kebutuhan warga klasis serta dinamika pembangunan daerah,” urainya.

Dikatakan Jasmono, pelayanan klasis GPM hidup, tumbuh dan berkembang di dalam lingkungan warga masyarakat yang menjemuk.

Hal ini berarti, pelayanan klasis GPM bersama pelayanan keagamaan  lainnya dituntut untuk mewujudkan keselarasan dengan kondisi, dan karakteristik lingkungan strategis pembangunan daerah. 

Keselarasan dimaksud, lanjut Jasmono, terus diupayakan oleh Pemerintah daerah.

Salah satunya melalui perumusan arah dan kebijakan pembangunan, yang menjadi rujukan bagi pelaksanaan pelayanan umum kemasyarakatan, termasuk pelayanan keagamaan. 

Mantan Kepala Inspektorat Provinsi Maluku mengungkapan, dalam melaksanakan tugas sebagai Penjabat Bupati, ia menetapkan 7 (tujuh) program prioritas yang akan mengarahkan penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik dan pelaksanaan pembangunan dalam periode 2023-2024.

Ketujuh program prioritas dimaksud yakni yang pertama Meningkatkan kualitas pelayanan dasar.

“Ini berkaitan dengan perbaikan tata Kelola pelayanan pendidikan, dan kesehatan termasuk pelayanan kependudukan,” rincinya.

Kedua, menurunkan angka kemiskinan. Target besar yang ingin dicapai adalah menurunkan tingkat kemiskinan di bawah 20 persen dan penanganan kemiskinan ekstrim

Yang ketiga, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

Keempat, mengendalikan inflasi, aspek ketersediaan, pasokan dan distribusi barang yang menjadi akar masalah inflasi di daerah perlu didukung oleh berbagai sektor dan terlebih pelaku usaha ekonomi di daerah.

Kelima, kemudahan investasi. Yang keenam pembangunan infrastruktur. Dan yang ketujuh yakni fasilitasi pemilihan umum.

Ketujuh program prioritas ini didorong, karena berdasarkan kajian permasalahan daerah, inilah masalah dan isu strategis yang besar di daerah ini.

“Program-program prioritas ini hanya dapat berhasil apabila didukung oleh kelembagaan masyarakat secara luas,” kata Jasmono. 

Pada kesempatan itu, Pj Bupati mengajak warga Klasis GPM Pulau-pulau Kei Kecil dan Kota Tual untuk  ikut memberikan kontribusi dalam melaksanakan program-program untuk kemajuan daerah.

“Harapan kita bersama, semoga pada akhirnya nanti, melalui persidangan ini, akan melahirkan rancangan program, kegiatan dan rekomendasi-rekomendasi, yang mampu menjawab kebutuhan umat, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memberikan kemajuan bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

(dp-red)

Label: ,