Buku “Mengenal Bahasa Buru” Diserahkan ke Perpustakaan Bursel, Ini Harapan Hukunala

Edison Hukunala (kiri), penulis buku "Mengenal Bahasa Buru"  saat menyerahkan hasil karyanya  kepada Pustakawan Yogatama Bhaskara Nur Muhammad dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Buru Selatan, Sabtu (9/3/2024) 

Ambon, Dharapos.com
- Sebagai bentuk kepedulian akan warisan budaya Buru, yakni bahasa aka Edison Hukunala menulis buku yang berjudul " Mengenal Bahasa Buru".

Buku tersebut diserahkan kepada perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Buru Selatan yang diterima oleh Pustakawan terampilnya, Yogatama Bhaskara Nur Muhammad di Ambon, Sabtu (9/3/2024).

Edison merasa bersyukur karena dengan dirinya yang sudah purna bakti sebagai ASN namun masih dapat berbuat sesuatu bagi kampung halamannya sendiri.

"Beta bersyukur, karena di masa pensiun ini dapat menulis buku tentang Buru yang salah satu buku berjudul Mengenal Bahasa Buru. Dan bahasa Buru ini juga merupakan salah satu bahasa yang hampir punah," ungkapnya.

Edison mengaku walaupun dirinya tidak berlatar belakang sebagai akademisi dalam bidang bahasa dan sastra, namun ia patut bersyukur karena buku ini dapat dipersembahkan kepada masyarakat di Bumi Bupolo.

Ia berharap generasi muda Buru yang berada baik di wilayah Kabupaten Buru Selatan maupun Buru dapat menjaga aset warisan leluhur yaitu bahasa.

Bagi Edison, bahasa adalah salah satu aspek penting kebudayaan.

"Kebudayaan suatu masyarakat dapat diketahui lebih banyak melalui bahasa. Karena bahasa mengungkapkan pikiran dan perasaan manusia baik individu maupun komunitas juga dipakai untuk berkomunikasi dengan pencipta dan banyak hal lainnya," tandasnya.

Edison dikesempatan itu juga menyumbangkan buku-buku dari perpustakaan pribadinya kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Buru Selatan guna dipakai dalam meningkatkan taraf pendidikan dan minat baca serta untuk kemajuan daerah.

"Karena membaca itu, motonya sama dengan membuka jendela dunia," pungkasnya.

Sementara itu, Yogatama Bhaskara Nur Muhammad selaku perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Buru Selatan mengapresiasi langkah yang dilakukan Edison Hukunala.

Menurutnya, saat ini pribumi Buru banyak yang sudah tidak lagi bisa berbahasa Buru.

"Ini sangat bermanfaat bagi kami karena bahasa Buru hampir punah bahkan banyak masyarakatnya tidak lagi bisa berbahasanya sendiri," sambung Yogatama.

Pihaknya terbantu dengan buku yang ditulis oleh mantan Kadis Capil Kabupaten bertajuk Lolin Ladek Fedak Fena itu.

Yogatama mengatakan selain buku tersebut, pihaknya juga menerima 726 buku dan totalnya 750 eksemplar dan akan ditempatkan pada satu rak di Perpustakaan Daerah Buru Selatan.

Ditambahkannya, pihaknya juga akan melakukan promosi melalui media sosial terkait buku “Mengenal Bahasa Buru” ini.

“Juga sosialisasi kepada pelajar melalui sosialisasi budaya baca ,literasi  dan peningkatan kapasitas tenaga pustakawan,” pungkasnya.

(dp-19)

Label: