Dituding Menghindari Konflik Horizontal, Begini Respon Pemda Malra


Langgur, Dharapos.com
- Konflik horizontal yang terjadi di Maluku Tenggara (Malra) dan telah menelan korban jiwa kini jadi sorotan warga setempat.

Pemerintah daerah setempat dalam hal ini Penjabat Bupati Jasmono dituding tidak mengupayakan proses rekonsiliasi dan terkesan menghindari diri dari konflik yang terjadi.

Menyikapi hal tersebut, Pemda Malra lewat Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun angkat bicara.

Kadis Kominfo setempat, Antonius Raharusun mengungkapkan, pada  prinsipnya Pemda Malra mengapresiasi siapa saja baik itu warga masyarakat, OKP, politisi, akademisi dan lainnya yang turut menjalankan fungsi kontrol atas penyelenggaraan pemerintahan.

Namun, lanjut Raharusun, pihaknya menyesalkan adanya pernyataan bahwa Pj Bupati Malra pada hampir setiap konflik horizontal terkesan menghindar dan tidak ingin melakukan upaya rekonsiliasi dengan mengajak dan melibatkan Tokoh adat, tokoh agama, elemen pemuda supaya duduk bersama-sama untuk melakukan upaya pencegahan dan penanganan konflik.

"Pernyataan ini menurut kami adalah keliru,” kata Raharusun di Langgur, Selasa (5/2/2024).

Pernyataan Raharusun bukan tanpa alasan, karena faktanya, Pj Buati Jasmono serius dalam mengupayakan rekonsiliasi dengan pihak-pihak dimaksud.

“Dokumentasi foto dan video dapat dilihat pada akun FB resmi Dinas Kominfo Maluku Tenggara dan channel youtube Diskominfo Maluku Tenggara,” imbuhnya.

Selain itu, Pj Bupati senantiasa hadir bahkan di saat konflik sedang terjadi. Berdiri bersama-sama aparat TNI-Polri untuk meredahkan amarah dari warga yang terlibat dalam konflik.

Hal itu tentu menjadi ancaman bagi nyawanya, namun sadar akan tugas dan tanggung jawabnya, Penjabat Bupati mengambil resiko itu.

Mantan Kabag Humas dan Protokoler itu mengungkapkan, hasil dari pertemuan bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, Orangkay Langgur, Penjabat Kepala Ohoi Ohoijang, Lurah Ohoijang Watdek, OPD terkait dan pihak2 lainnya telah menghasilkan kebijakan yang dituangkan dalam Maklumat maupun Press Release sebagaimana dibacakan dan telah disebarluaskan.

Menurut Raharusun, upaya menjaga kamtibmas, sesungguhnya bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemda serta TNI-Polri melainkan semua komponen termasuk didalamnya unsur kepemudaan yang ada di Malra.

“Alangkah bijaknya jika kita semua turut bersama-sama Pemda dan TNI-Polri mengusahakan rekonsiliasi atas konflik yang terjadi sehingga perdamaian bersama dapat dirasakan,” pungkasnya.

(dp-red)

Label: ,