Stunting Alami Tren Menurun Setiap Tahun, Jasmono Tegaskan Komitmen Pemda Malra


Langgur, Dharapos.com
- Penjabat Bupati Jasmono menyebutkan prevelensi stunting di Kabupaten Maluku Tenggara mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Hal itu disampaikannnya saat rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bersama mitra kerja dan stakeholder, bertempat di aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Senin (27/5/2024).

Jasmono merincikan terhitung sejak 2018 berdasarkan data EPPBGM sebesar 30,01%  dengan Balita dipantau sebanyak 80,49 %  menjadi 27,01 % dengan balita dipantau sebanyak 81,45 % di tahun 2019.

Selanjutnya pada  2020 kembali mengalami penurunan menjadi 22,95 % dari 88,50 % balita dipantau, di tahun 2021 sebesar 18,64 % dari 88,36 % balita dipantau menjadi 16,98 % dengan 91,61 % balita dipantau di tahun 2022, dan sampai dengan Januari 2024 turun menjadi 16,00 % dengan Balita dipantau sebanyak 90 %.

“Pemda Maluku Tenggara berkomitmen untuk menurunkan menjadi 14 % pada tahun 2024. Dan ini semua tidak terlepas dari kerja keras lintas sektor dan OPD Konvergensi sesuai Perpres 72 Tahun 2021 tenang Percepatan Penurunan Stunting guna menuntaskan persoalan stunting di daerah ini,” ungkap Jasmono.

Upaya penurunan stunting, menitikberatkan pada penanganan penyebab masalah gizi, yaitu faktor yang berhubungan dengan ketahanan pangan khususnya akses terhadap pangan bergizi (makanan).

Lingkungan sosial yang terkait dengan praktik pemberian makanan bayi dan anak (pengasuhan), akses terhadap pelayanan kesehatan untuk pencegahan dan pengobatan (kesehatan) serta kesehatan lingkungan yang meliputi tersedianya sarana air bersih dan sanitasi (lingkungan).

Keempat faktor tersebut mempengaruhi asupan gizi dan status kesehatan ibu dan anak.Intervensi terhadap keempat faktor tersebut diharapkan dapat mencegah masalah gizi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi.

Menurutnya, penurunan stunting, memerlukan intervensi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif.

“Sejalan dengan inisiatif percepatan penurunan stunting, pemerintah meluncurkan gerakan nasional percepatan perbaikan gizi,” pungkasnya.

(dp-red)

Label: