Plt. Kepala Dinas Kominfo Kota Ambon, Ronald H. Lekransy
mengatakan, GPM kedua ini akan berlangsung di lokasi lokasi yang sama, yakni
depan Pelabuhan Rakyat Enrico, Jalan Pantai Mardika, mulai pukul 08.00 WIT.
“Gerakan Pangan Murah yang dilakukan adalah bagian dari salah
satu strategi dalam implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan
(GNPIP) dengan menjaga daya beli masyarakat tetap terjangkau atas kebutuhan
pangan yang mengalami kenaikan harga dan akan dikoordinasikan oleh OPD Teknis
lingkup Pemkot,”paparnya.
Bahan Pangan yang akan akan dijual antara lain, beras premium
Rp. 65.000/5kg, Beras SPHP Rp. 57.500/5
kg, Telur Ayam Rp. 58.000/Rak, Minyak Goreng Rp. 14 000/botol, Gula Pasir Rp.
16 000/Kg, Bawang Merah Rp. 25. 000/Kg, Bawang Putih Rp. 30.000/Kg, Tomat Rp.
18 .000/kg, Sayur Sawi/Bayam/Kangkung
Rp. 6.000/Kg, Cabe keriting Rp.
25.000/Kg, Cabe rawit Rp. 25.000/kg.
Untuk diketahui, Pada Juni 2024 terjadi inflasi year on year
(y-on-y) di Provinsi Maluku sebesar 3,63 persen dengan Indeks Harga Konsumen
(IHK) sebesar 107,78. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 4,49
persen dengan IHK sebesar 109,10.
Pemkot Ambon, lanjutnya, berkomtimen penuh terhadap upaya
pengendalian inflasi, dan melalui koordinasi bersama Pemerintah Propinsi
Maluku, Rakor Pengendalian Inflasi yang secara rutin digelar Kemendagri.
“Kita berharap dinamika pangan, dapat diatasi bersama dengan
berbagai upaya ekstra dalam rangka pengendalian inflasi pangan. Kami ucapkan
terima kasih atas dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat sehingga program
menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan ini berjalan sesuai
perencanaan,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kegiatan GPM direncanakan
akan digelar selama 4 (empat) kali, setiap hari Selasa pada jam dan lokasi yang
sama.
(dp-53)
Label: Ekonomi dan Bisnis