Musibah tersebut terjadi diduga akibat kelalaian warga yang
membuang puntung rokok sembarangan pada tempat sampah plastik yang kemudian
memicu kebakaran tersebut.
Akibat kelalaian itu, kos-kosan milik H. Ucu serta ruko-ruko milik warga ludes dilahap si jago
merah.
Adapun kronologis kejadiannya bermula saat saksi atas nama H.
Abas menuju tempat jualan pada pukul
04.00 WIT dengan membawa dagangannya memasuki
pasar Jargaria Dobo guna menjual nasi kuning.
Setelah berjalan menuju ruko, saksi melihat tumpukan api
kecil di tempat sampah plastik tepat disamping rumah guru Aco.
Saksi lantas mengetuk pintu rumah guru Aco dan didapati warga
atas nama Firman sedang tidur.
“Saudara Firman menjawab iya nanti saya siram,” demikian respon
Firman saat itu yang ditirukan saksi.
Sekitar pukul 04.10 WIT, saksi H. Abas kembali ke rumah
dengan tujuan ingin melakukan sholat subuh.
Saksi yang saat itu kembali berjalan melintasi ruko guru Aco, terkejut melihat api mulai menyebar
di dinding ruko yang bersangkutan dan tetangganya atas nama Hardianti.
Saksi langsung berlari dan menendang pintu rumah Hardianti
untuk membangunkannya dan guru Aco.
H. Abas saat itu langsung berteriak meminta pertolongan
kepada warga sekitar. Tetapi kondisi pasar yang masih sunyi mengakibatkan
kobaran api semakin cepat menyambar ke rumah warga dan ruko-ruko sekitar
Pukul 05.00 WIT warga sekitar mulai berdatangan dan berlari
mengambil air untuk menyiram rumah milik guru Aco dan Hardianti tetapi kobaran
api yang sangat besar dan akses jalan yang sampit menyebabkan warga kesulitan
untuk memadamkan api di bagian dalam rumah.
Pukul 05.30 WIT, mobil pemadam kebakaran tiba dan langsung
membantu warga untuk memadamkan api.
Pukul 05.40 WIT, anggota Polres Kepulauan Aru dan Koramil
Dobo tiba untuk membantu memadamkan api serta mengamankan warga sekitar.
Pukul 09.15 WIT api baru berhasil dipadamkan
Diperkirakan sebanyak KL 20 unit rumah warga serta
perlengkapan rumah dan KL 100 unit lapak kecil beserta perlengkapan jualan ludes
terbakar.
Kerugian diperkirakan mencapai Rp5 miliar.
Adapun penyebab kebakaran diduga akibat kelalaian warga yang
membuang sampah serta puntung rokok secara sembarangan hingga memicu munculnya
api.
Api kemudian menyebar dengan cepat dikarenakan mayoritas rumah
serta ruko di kawasan pasar tersebut terbuat dari papan kayu dan dengan posisi
berdempet sehingga api cepat menyebar.
Akses jalan yang sempit serta kekurangan air menyebabkan
warga kesulitan memadamkan kobaran api.
(dp-31)
Label: Daerah